Follow Us @ig.srigading

Sabtu, 07 November 2020

Webinar Manajemen Stress dengan Topic: Pandemics? Moms Don’t Panic

 

Yayasan Srigading Indonesia (SGI)

Ahad, 08 November 2020

 

Yayasan Srigading Indonesia sebuah yayasan yang peduli dengan dunia pendidikan dan pemberdayaan masyarakat kembali menyelenggarakan Webinar di saat pandemi, bekerjsama dengan narasumber Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJ) serta tamu istimewa dari Forum Keluarga Harmonis Kota Depok serta Ketua Forum PAUD kota Depok. Webinar ini terselenggara dalam rangka memberikan bekal kepada ibu-ibu bagaimana mengelola stress di masa pandemi. Dimana rasa capek, mudah emosi, sering marah-marah kadang menghinggapi para orang tua yang mendampingi anak-anak saat pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan juga bekerja di rumah (WFH).


Hadir sebagai narasumber dari IPKJ Ibu. Ns. Sri Nyumirah, M.Kep., Sp.Kep.J beliau adalah Dosen Keperawatan Jiwa dan Pengurus Pusat IPKJ. Alumni dari Stikes Ngudi Waluyo Ungaran dan menyelesaikan Megister Keperawatan di  Universitas Indonesia. Serta tamu istimewa Bunda Elly Farida mewakili Forum Keluarga Harmonis dan Forum PAUD kota Depok.


Webinar dibuka oleh Ibu Siti Makmuria sebagai MC, dilanjutkan sambutan dari Yayasan Srigading Indonesia oleh Ibu Fajriani Ulfa Firdaus, S.Pd sebagai Wakil Ketua SGI, mewakili Ibu Ketua Yayasan Srigading Indonesia Ibu Hariyah, M.Hum. Dalam sambutannya Ibu Ulfa menyampaikan tujuan SGI menyelenggarakan webinar ini adalah untuk memberi bekal kepada masyarakat tentang manajemen stress utamanya di saat pandemi. Webinar ini awalnya ditujukan kepada ibu-ibu tetapi setelah disampaikan ke publik bapak-bapak pun ingin bergabung. Dalam akhir sambutannya Ibu Ulfa memberi pesan “Disamping kesiapan ruhiyah dalam menghadapi pandemi maka kita siapkan ilmu, sehingga dengan ilmu itu kita bisa beradaptasi menghadapi situasi dan kondisi yang ada saat ini. Selanjutnya Ibu Ulfa memandu langsung tamu istimewa Webinar yakni Bunda Elly Farida.


Bunda Elly Farida memberikan sharing kepada peserta webinar pada saat dimana beliau mengalami sendiri Covid-19. Pada saat mengetahui beliau positif Covid-19 “rasanya seperti petir di saing hari” kata beliau. Tetapi Bunda Elly mencoba berdamai dengan kondisi yang sedang dihadapi. Beliau sampaikan sabar adalah hal pertama yang harus dilakukan kemudian ikhlas, sebagaimana ayat terkahir QS. Ali Imron. Ketahanan mental harus terbangun dengan baik. “Yang cerdas dihadapan Allah kata Rasulullah adalah yang mampu mengelola apa yang dihadapi hari-harinya” demikian Bunda Elly menambahkan.


Disampaikan pula oleh Bunda Elly bahwa Covid -19 ini juga menyerang ke anak-anak. Kondisi di masyarakat masih ada yang tidak percaya adanya Covid-19 ini, sehingga perlu memberikan wawasan kepada mereka. Dilihat dari dampaknya, pandemi ini sangat nyata dampaknya pada masyarakat menengah kebawah, secara ekonomi mereka sangat terdampak. Secara personal penderita Covid mereka merasa terasing, ini bedanya dengan penyakit lainnya. Pemerintah kota Depok telah melakukan upaya-upaya maksimal dan hal-hal terbaik dalam menangani pandemi ini.


Di akhir sharing-nya Bunda Elly menyampaikan dua point pesan cinta yakni 1) Fitrah yang lurus di hadapan Allah, dengan iman kita menjadi positif thinking kepada Allah. Marah dengan kondsi yang dihadapi bukanlah solusi justru malah menjadi kontraproduktif, 2) Tilawah Qur’an menjadi penenang kita menghadapi situasi. Seperti dalam sebuah lagu “Apapun yang terjadi, Allah ada untukku” kata beliau. Ditekankan kembali oleh beliau bahwa Covid-19 itu ada dan dahsyat. Kita harus bisa menghadpinya dengan ketahanan mental dan positif thinking. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216).


Acara dilanjutkan dengan paparan materi dari Ibu. Ns. Sri Nyumirah, M.Kep., Sp.Kep.J, perihal manajemen stress dipandu oleh moderator Ibu. Yulismar Zen, S. Si. Diawal paparannya beliau menyampaikan apa yang dilakukan Bunda Elly Farida dalam menyikapi saat beliau positif Covid adalah teknik afirmasi yakni berpikir positif terhadap sesuatu yang terjadi. Ini sangat baik sekali. Kemudian beliau menyampaikan bagaimana manjamen stress dilakukan.

 






 


Pandemi menjadi stressor/penyebab stress dan merupakan awal terjadinya masalah kesehatan jiwa dan psikososial saat ini. Bagaimana menghadapinya ada orang yang adaptif yakni merespon secara positif dan ada yang maladaptif atau merespon negatif. Proses terjadinya stress dan kecemasan ini adalah stressor yang didengar, dilihat dan dialami akan menyebabkan otak mengeluarkan hormon kortisol, sehingga mempengaruhi organ tubuh dan reaksi fisiologis (psikosomatis) seperti nadi cepat, tensi naik, berdebar-debar, sesak nafas, gangguan pencernakan, pusing, sakit kepala dan sulit tidur.


Apa yang harus dilakukan ketika stress datang, Ibu Sri Nyumirah menjelaskan beberapa point:

1.      Teknik Afirmasi (Think positif)

2.      Relaksasi nafas dalam

3.      Keterpusatan (Centering) yakni teknik menyatukan dan mengelola seluruh energi kita

4.      Getting a good nights sleep, atau tidur berkualitas

5.      Imegery, yakni teknik visualisasi untuk membentuk tubuh memasuki fase relaksasi

6.      Teknik relaksasi progresif, gerakan yang meregangkan dan merilekan tubuh.

 

Hal lainnya yang harus dilakukan adalah mempertahankan imunitas dan psikososial adalah dengan

1.      Imunitas fisik: 1) makanan bergzi, 2) minum teratur dan cukup 3) olah raga minimal 30 menit per hari 4) berjemur 5) Istirahat dan tidur cukup. Selain itu jangan lupa menggunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan.

2.      Imunitas jiwa: 1) fisik rileks 2) emosi selalu positif 3) pikiran positif 4) perilaku positif 5) Relasi positif 6) spiritual positif


Demikan materi yang disampaikan Ibu Sri Nyumirah, beliau mengakhiri dengan flyer Kemenkes dengan tajuk Hati yang gembira adalah obat.


Acara webinar ditutup dengan tanya jawab, peserta antusias mengajukan pertanyaan baik secara live maupun melalui chat. Tak lupa panitia bahkan MC secara langsung memberikan door price kepada peserta. Webinar ditutup dengan doa oleh Ibu Siti Solihah.


Demikian reportase webinar manajemen stress yang dilaksanakan SGI. Semoga materi yang disampaikan narasumber bisa menjadi ilmu bagi peserta dalam menghadapi masa pandemi ini.

(Sri Gading Indonesia – Belajar Bekerja Berkarya – PH/reporter)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar